Pemerintah Kota Sawahlunto Untuk Melakukan Revitalisasi Kawasan Bekas Penjara Orang Rantai Menjadi Situs Wisata Sejarah (heritage) Kini Mulai Dijalankan

Pihak BDTBT sendiri memberikan dukungan penuh pada revitalisasi bekas penjara orang rantai itu, sehingga selain membantu proses serah terima mereka juga berjanji mempromosikan situs wisata sejarah pertambangan tersebut ke lingkungan Kementerian ESDM nantinya.

Kepala BDTBT, Asep Rohman mengatakan bahwa langkah Pemko memanfaatkan bekas penjara orang rantai untuk direvitalisasi adalah langkah yang bagus. Sebab hal itu mengangkat potensi dari kawasan tersebut menjadi situs sejarah yang dapat memberikan banyak pelajaran dan cerita masa lalu para pekerja pertambangan batu bara era Kolonial.

“Langkah yang bagus sekali, sehingga dari Kementerian terkait di pusat juga segera diturunkan izin untuk pinjam pakai ini. Kebetulan kami di BDTBT memang saat ini tidak menggunakan kawasan tersebut. Jadi kalau Pemko dapat mengelolanya, apalagi dengan tujuan pariwisata sejarah, kan bagus sekali. Sehingga kami dukung itu, nanti juga kami bantu promosikan kalau sudah selesai direvitalisasi dan diresmikan sebagai destinasi wisata,” ujar Asep.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams mengatakan bahwa dengan telah diserahkannya pengelolaan bekas penjara orang rantai ini kepada Pemko, sangat strategis sekali menambah inovasi destinasi wisata sejarah di ‘Kota Arang’.

“Kita bersyukur sekali, setelah melewati proses pengajuan izin ke Kementerian dan jajaran terkait di pusat, kini telah disetujui. Ini menjadi awal langkah kita menambah kekayaan wisata sejarah Sawahlunto. Jika selama ini wisatawan hanya melihat kondisi penjara orang rantai dari foto – foto yang dipajang di museum. Sekarang dengan perkembangan ini wisatawan bisa langsung mengunjungi dan merasakan suasana penjara orang rantai dahulu itu,” kata Rovanly. (Yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *