Pemerintah Kota Sawahlunto Untuk Melakukan Revitalisasi Kawasan Bekas Penjara Orang Rantai Menjadi Situs Wisata Sejarah (heritage) Kini Mulai Dijalankan

Porosnusantara.co.id, Sawahlunto – Niat Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto untuk melakukan revitalisasi kawasan bekas penjara orang rantai menjadi situs wisata sejarah (heritage) kini mulai dijalankan. Niat ini baru bisa dijalankan Pemko melalui Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman (DKPBP) setelah pada Senin, 01 April 2019 kawasan bekas penjara orang rantai yang semula tercatat sebagai asset milik Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu kini diberikan secara pinjam pakai oleh pihak BDTBT untuk dapat dikelola Pemko Sawahlunto.

Serah terima asset kawasan bekas penjara orang rantai kepada Pemko Sawahlunto itu ditandai secara simbolis dengan penandatanganan berita acara serah terima yang ditandatangani oleh Kepala BDTBT Sawahlunto, Asep Rohman dan Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams.

BACA JUGA  Lanal Sabang Mengikuti Rapat Secara Video Conference Dengan Kolat Koarmada I

Menindaklanjuti serah terima asset kawasan tersebut, pihak DKPBP akan segera bergerak untuk melakukan revitalisasi. Sebab, untuk anggaran yang menjadi penunjang utama kegiatan tersebut telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sawahlunto pada tahun ini.

“Kita dalam bulan ini nanti langsung bergerak menindaklanjuti ini, sebelumnya kita sudah survei, termasuk juga desain dasarnya sudah disiapkan. Jadi bisa segera kita lakukan pengerjaan fisik untuk revitalisasinya. Dukungan anggaran juga sudah kita dapatkan, dalam APBD 2019 ini sudah ada alokasi untuk pengerjaan fisik revitalisasi kawasan bekas penjara orang rantai ini,” ungkap Kepala DKPBP, Hendri Thalib, Senin 01 April 2019 di Kantor DKPBP seusai kegiatan serah terima asset dari BDTBT tersebut.

BACA JUGA  Industri Otomotif Semakin Kencang Terobos Pasar Ekspor

Nantinya, dikatakan Hendri Thalib bahwa dengan dibuka sebagai destinasi wisata sejarah pertambangan batubara era Kolonial Belanda, bekas penjara orang rantai ini akan menambah khazanah wisata heritage di ‘Kota Arang’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *