Pembagian Ruko Pasar Siwa di Nilai tidak Selektif”DPC LAKI KAB WAJO SIAP MENDAMPINGI KORBAN KEBAKARAN TIDAK KEBAGIAN TEMPAT”

Wajo Sulsel, POROS NUSANTARA –Sejumlah korban kebakaran pasar sentral siwa,kec pitumpanua,kab Wajo, sulsel ,yang punya SK lama mendatangi Sekertariat Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC-LAKI) Kab Wajo .Menyampaikan keluhannya atas tidak kebagian ruko yang telah di salurkan oleh kepala dinas perdangangan dan pelolaan pasar kab wajo sabtu (27/04/2019).Hartati (penjual kosmetik)salah satu korban kebakaran pasar siwa ,mengaku menhadiri pertemuan pembagian ruko yang di laksanakan oleh Kadis Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kab Wajo, yang bertempat di kantor gabungan dinas, namun pun kehadiran nya tidak mendapat undangan pembagian ruko dari kepala dinas.

BACA JUGA  Bulan Ramadhan Polsek Mauk Polresta Tangerang, Tingkatkan Kamtibmas Dengan Patroli Malam

Lanjut Hartati, ada 50 orang mendapatkan undangan untuk penyerahan kunci ruko.Namun saya menhadiri pertemuan tersebut tidak mendapat undangan,tapi prinsip saya sudah di data dan memang korban kebakaran pasar siwa tahun 2002 silam.Namun saya menyayangkan setelah menemui kadis pasar ,mempertanyakan bagian saya , dengan jawaban kepala dinas pasar H.Andi Sudarmin S.Sos,MM. ,mengatakan nanti di belakang kamu, sedangkan kami lihat ada beberapa orang yang mendapat kunci ruko bukan korban kebakaran”,ujar Hartati kepada Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia .

BACA JUGA  Di Sukabumi, Kementan Lepas Ekspor Dracaena

Ketua DPC LAKI KAB WAJO,Muh Marsose bersedia mendampingi korban kebakaran pasar siwa yang tidak kebagian ruko ,yang telah memegang SK lama baik aspirasi di DPRD KAB WAJO, maupun mendampingi ke pemda kab Wajo dalam hal ini bupati Wajo.

BACA JUGA  Sambut HUT Armada RI, Lantamal I Belawan Gelar Olahraga Bersama

Marsose,menambahkan ,keluhan korban kebakaran pasar siswa perlu di tindak lanjuti ,mempertayakan apakah pembagian ruko ini sudah memiliki payung hukum,arti kata di perda kan atau peraturan bupati (perbup) .Dan kalau hal ini sudah terpenuhi maka perlu ada pendataan yang selektif,jangan sampai korban kebakaran tidak mendapatkan pembagian sebagaimana mestinya ,dan tidak menutup kemungkinan yang tidak berhak mendapatkan ruko tersebut (bukan korban kebakaran pasar siwa ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *