Para Pelaku Usaha Perabot dan Perbaikan jok/sofa di Sawahlunto Hadiri Undangan Walikota Deri Asta

Porosnusanantara.co.id, Sawahlunto – Tidak kurang dari 30 orang pelaku usaha perabot (mobiler) dan perbaikan jok/sofa di Sawahlunto menghadiri undangan Walikota Deri Asta untuk temu ramah dan diskusi membahas dukungan Pemerintah Kota (Pemko) terhadap usaha mobiler di ‘Kota Arang’ tersebut. Digelar setelah didahului makan malam bersama, dialog pada Sabtu 30 Maret 2019 itu berlangsung penuh keakraban, Walikota Deri Asta dan para pelaku usaha mobiler bergantian saling menyampaikan aspirasi.

Dari aspirasi berupa saran dan kritik yang disampaikan para pelaku usaha tersebut, diketahui bahwa mereka meminta agar Pemko dapat memberikan proyek pengadaan bahan – bahan mobiler di instansi pemerintah kepada perusahaan perabot lokal di Sawahlunto.

BACA JUGA  APTIKNAS Berupaya Menggaet Investor China

Kemudian, para pelaku usaha mobiler juga berkeinginan agar Pemko membantu pengembangan usaha dengan memberikan bantuan modal usaha untuk membeli mesin dan peralatan – peralatan lain guna menunjang operasionao produksi, juga meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan – pelatihan dan studi banding.

Beberapa pelaku usaha perabot juga mempertanyakan tentang jenis – jenis kayu yang diperbolehkan untuk diolah sebagai bahan baku perabot.

BACA JUGA  Ny. Hetty Serahkan Bantuan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu

Menanggapi aspirasi para pelaku usaha tersebut, Walikota Deri Asta yang dalam kesempatan dialog malam itu didampingi Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Novyon dan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Sawahlunto, Yulianti berterimakasih atas sumbangsih saran dan kritik tersebut serta langsung menanggapi.

Dalam hal permintaan untuk memberikan proyek pengadaan bahan mobiler di instansi pemerintah pada perusahaan perabot lokal di Sawahlunto, Walikota Deri Asta menyetujui dan menyebut akan mengarahkan Dinas – Dinas terkait untuk mengambil pengadaan mobiler dari pelaku usaha lokal di ‘Kota Arang’. Namun itu hanya berlaku untuk Penunjukan Langsung (PL) yaitu proyek dengan nilai dibawah 200 juta rupiah, sebab jika untuk tender, maka tentu sesuai regulasi, yang bisa mengikuti kompetisi tender adalah perusahaan yang telah sesuai dengan syarat – syarat yang berlaku sesuai ketentuan Undang – Undang (UU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *