Gebyar Dikbud Momentum untuk Mewujudkan Konsep “Trisentra Pendidikan” Ki Hajar Dewantara

Sementara itu, Gubernur Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera, Arsyad Lubis, dalam sambutannya mengatakan, bahwa visi pembangunan nasional tahun 2015-2019 adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Visi ini telah dijabarkan Pemerintah setiap tahun dalam rencana kerja pembangunan di masing-masing bidang berdasarkan agenda prioritas sebagaimana yang tercantum dalam Nawa Cita pembangunan.

“Tahun 2019 merupakan tahun penting sebagai tahun terakhir pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) yang memfokuskan pembangunan manusia Indonesia dengan tema “Pemerataan Pembangunan Untuk Pertumbuhan Berkualitas”. Pendidikan mempunyai fungsi yang sangat strategis dalam pembangunan nasional untuk mencapai bangsa yang maju, mandiri dan beradab serta menentukan posisi bangsa kita di dalam era persaingan global dengan bangsa lain yang begitu ketat di masa ini. Pemerintah sudah berupaya secara terus menerus meningkatkan layanan pendidikan berkualitas yang merata bagi setiap warga negara, antara lain, melalui akses dan pemerataan layanan peningkatan mutu, dan relevansi pendidikan,” kata Arsyad.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dikatakan Arsyad, mengapresiasi Pemerintah Kota Medan yang telah turut berpartisipasi aktif memfasilitasi acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan ini. “Pemerintah Kota Medan mempunyai komitmen yang tinggi dalam memajukan pendidikan yang berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan Pemerintah pusat. Hal ini selaras dengan amanat UU Sistem Pendidikan Nasional dan UU Pemerintah Daerah. Kami menghimbau agar pemenuhan hak-hak pendidikan anak selalu menjadi prioritas kita, terutama memberi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga yang tidak mampu agar dapat terus melanjutkan pendidikannya. Program Pemerintah pusat melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK sangat perlu untuk mengurangi jumlah anak yang putus sekolah sehingga program ini harus kita dukung melalui kebijakan daerah agar visi pembangunan pendidikan yang bermartabat di Sumatera Utara dapat kita wujudkan bersama,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *