Dilanjutkan Harris, acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan momentum bagi seluruh pemangku kepentingan demi penguatan pendidikan dan pemajuan kebudayaan. “Setelah capaian selama 4,5 tahun ini, kita tentu ingin lebih baik dan lebih maju lagi kedepannya. Jadi semoga sinergi antara Pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan sinergi pemerintah daerah dengan masyarakat segera terwujud sehingga trisentra pendidikan yang merupakan konsep Ki Hajar Dewantara bukan hanya sekadar konsep melainkan benar-benar membumi, menjelma menjadi mekanisme yang nyata di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.
Pada kegiatan ini, Kemendikbud menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada perwakilan empat siswa di Kota Medan yaitu Lukman Nul Hakim (SD), Dona Elisya (SMP), Adrian Ilham Ramadhan (SMA), Bay Haqi (SMK).
Berdasarkan data, bantuan Kemendikbud untuk Kota Medan pada tahun 2019 berjumlah Rp881,8 miliar, terdiri atas Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp72.177.300.000 untuk 130.681 siswa; Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp528.367.000.000 untuk 510.660 siswa; Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik SD dan SMP sebesar Rp3.532.657.000; Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp245.258.195.000 untuk 4.897 guru; Tambahan Penghasilan Guru (Tamsil) sebesar Rp1.719.000.000 untuk 573 guru; Bantuan Operasional PAUD (BOP PAUD) sebesar Rp19.185.600.000 untuk 31.976 siswa, serta; Bantuan Operasional Pendidikan Kesetaraan sebesar Rp11.532.300.000 untuk 6.873 siswa.
Dalam kesempatan ini, Walikota Medan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Marasutan Siregar, menyampaikan apresiasinya kepada Kemendikbud yang telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan pendidikan di Kota Medan, mengingat pentingnya peranan pendidikan dalam menentukan keberhasilan pembangunan, terutama sumber daya manusia. “Untuk itu, gebyar pendidikan dan kebudayaan menjadi sebuah momentum kolaborasi kebersamaan dari semua unsur yang telah mendukung kegiatan ini. Saya harapkan ada sinergi yang terbangun antara SKPD terkait, agar antara pendidikan dan kebudayaan saling sinkron sehingga pemerintah Kota Medan dapat menghadirkan karya-karya yang dihasilkan oleh anak-anak kita,” katanya.






