“Akreditasi ATN/STTN/ISTN semakin lama semakin menurun, jumlah siswa maupun mahasiswa didalam kepengelolaan Pengurus YAPERCIK semakin hari semakin mengkhawatirkan serta yang membuat kami khawatir dan was-was akhir-akhir ini, protes mahasiswa dan dosen berbuah Sanksi Skorsing, Drop Out maupun Pemecatan,” katanya.
Atas berbagai persoalan tersebut lanjut Indrian dirinya yang tergabung dalam Sekretariat Bersama All Yapercik yang terdiri dari seluruh Alumni SD/SMP/SMA/SMK/SMK Music Yapercik & ISTN akan berkumpul hari ini, Rabu (24/4/2019) untuk menyampaikan pernyataan sikapnya antara lain:
Pertama, meminta Pengurus Yapercik diganti dengan orang-orang baru “Pengurus harus memiliki integritas, kompetensi, Komitmen serta pengetahuan dalam membangun sebuah lembaga pendidikan serta perguruan tinggi,” tandasnya.
Kedua, Pengurus Yapercik harus segera melakukan audit internal serta mempublikasikan hasil audit tersebut kepada khalayak umum.
Ketiga, meminta Pengurus Yapercik bertanggungjawab terhadap keputusan Rektor ISTN saat ini yang memberikan Sanksi Skorsing dan Drop Out kepada mahasiswa serta Pemecatan kepada Dosen-dosen ISTN dan berakibat pada semakin menurunnya Akreditasi ISTN.
Keempat, meminta pengurus Yapercik bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat oleh Rektor ISTN maupun Jajarannya.
“Keputusan yang menyebabkan Sistem Pengelolaan Perguruan Tinggi tidak sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang Sistem Pendidikan Tinggi,” katanya.
Indrian menambahkan pihaknya membuka dialog dengan pihak yayasan dalam upaya mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak tanpa merugikan salah satu pihak yang lain.
“Menghindari dialog dan menindas perbedaaan dalam perumusan solusi dunia pendidikan berarti mengkhianati Pasal 28 UUD 1945,” pungkas Indrian.






