Menristekdikti turut memberikan tips kepada para mahasiswa Bidikmisi agar dapat melampaui mahasiswa lainnya.
“Kalau Anda ingin sukses, ada kunci yang Anda perlu pahami, yaitu pintar, kendel, dan benar. Anak Bidikmisi biasanya sudah pintar, tapi kendelnya ga ada. Kendel itu bahasa Indonesianya berani. Pintar tapi tidak kendel , jadi pengangguran. Kendel tapi ga pintar, jadi ngawur . Jangan sampai seperti itu. Kita juga harus selalu benar,” ungkap Nasir di hadapan 500 mahasiswa Bidikmisi dari Universitas Jember dan Politeknik Negeri Jember.
Turut hadir dalam kuliah umum ini Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Didin Wahidin, Rektor Universitas Jember Mohammad Hasan, Direktur Politeknik Negeri Jember Nanang Dwi Wahyono, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Jember Mohammad Imam Farisi, para eselon perguruan tinggi negeri di Jember, serta mahasiswa dari Universitas Jember, Universitas Terbuka di Jember, Politeknik Negeri Jember, serta Universitas Islam Jember. (Red)






