Namun dalam kurun wsktu 30 tahuan ini biasanya diadakan tradisi yang menumbuhkan rasa kepedulian pada sesama. Yaitu membagikan bers kepada kaum fakir miskin. Dimana Beras beras tersebut dibagikan tanpa membedakan suku ras, ujar Afen seraya Merogoh saku mencari korek api hendak membakar Duapa/ Hio.
Keluarga besar Afen Minggu (31/3 ), melakukan sembahyang kubur di Yayasan Warga Fui, Daerah Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur. Sembahyang kubur biasanya dilakukan pagi hari atau sore hari. Dimakan orang Tua Afen, tertulis nama Fui Nam Lie. Diatas makam Terlihat berbagai sesajian disiapkan. Seperti Ayam, buah apel, buah anggur. Makanan kue dari berbagai macam. Tapi kue Mangkok selalu tersedia disaat ritual ini.
Tidak ketinggalan Replika uang kertas perak, uang kertas emas, serta replika barang barang seperti Televisi, kacamata, topi dan lain lain juga disajikan. Sesajen yang dipersembahkan adalah barang barang yang biasa dipakai atau disenangi para leluhur semasa hidupnya. Setelah replika uang kertas dibakar hingga habis tak tersisa. Kemudian membakar hio dan berdoa bersama. Panas matahari semakin terik. Usai sembahyang, Kemudian satu demi satu warga meninggalkan makam tersebut.
Terpantau Poros Nusantara, anggota polisi dari jajaran Polres Singkawang, terlihat berjaga jaga. Sehingga acara Sembahyang kubur berjalan lancar, aman dan sukses. (Abdul Wahid)






