Tingkat Konsumsi Ikan Di Sawahlunto Terus Mengalami Peningkatan Setiap Tahunnya

Dari data yang diberikan Hilmed, jenis bibit ikan yang bisa diberikan Pemerintah Kota (Pemko) yakni ikan gurami, ikan nila, ikan lele dan ikan mas.

“Untuk jumlah bibit ikan yang bisa dibantu, itu berdasarkan hasil survei tim teknis yang kami turunkan ke lokasi pemohon bantuan,” ungkap Hilmed.

Saat ini, jumlah pembudidaya ikan di Sawahlunto menurut hitungan Kepala Seksi (Kasi) Benih/Bibit Produksi Peternakan & Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan & Perikanan, Freddi Halil yakni sebanyak 629 orang.

“Selain pembudidaya ikan perorangan, juga ada kelompok pembudidaya ikan, itu sampai sekarang tercatat sebanyak 22 kelompok,” ujar Freddi Halil.

Dikatakan alumnus Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Faterna Unand) itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan memfasilitasi kelompok – kelompok pembudidaya ikan tersebut dengan bantuan benih, sosialisasi teknik perikanan, dan lainnya.

Dalam hal meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan, juga dilakukan sejumlah program. Kini program itu diakrabkan ke masyarakat dengan tag line ‘Gerakan Mari Makan Ikan/Gemarikan’.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Henni Purwaningsih menyebut, dalam gemarikan terdapat sejumlah item program seperti sosialisasi manfaat makan ikan, lomba masak menu berbahan dasar ikan, lomba jingle ayo makan ikan, dan lainnya.

“Intinya, melalui gemarikan ini kita memancing antusiasme masyarakat untuk lebih menyenangi, lebih suka makan ikan. Termasuk juga bagi anak – anak dan generasi muda kita dekati untuk mengakrabkan dengan makanan berbahan ikan,” kata Henni.

Minat masyarakat Sawahlunto yang sudah mulai meningkat untuk mengonsumsi ikan ini diakui oleh Suci, salah seorang pedagang ikan laut di Muaro Kalaban. Menurut dia, sekarang ini dirinya bisa menjual rata – rata lima kilogram ikan setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *