Sistem Minapadi Ternyata Lebih Menguntungkan Daripada Tanam Padi Biasa

“Kami atas nama masyarakat Purbalingga mengucapkan terima kasih. Saya berharap kunjungan bapak bapak ini jadi awal yang baik untuk komitmen membangun ekonomi Purbalingga”, ungkapnya.

“Terus terang kami punya PR lainnya yakni rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat. Kami mulai menginisiasi program RAS BANGGA yakni bantuan lele dan beras bagi masyarakat. Tujuannya untuk mensupport kenaikan tingkat konsumsi ikan masyarakat”, pungkasnya.

Panen Raya Minapadi

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan panen raya budidaya sistem minapadi di desa Limbasari pada lahan seluas 5 ha dengan target panen ikan ukuran 5-6 ekor per kg sebanyak 7,5 ton (1,5 ton per ha) dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 3 bulan. Sebelumnya usaha sistem minapadi ini merupakan dukungan KKP tahun 2018.

Menurut Slamet, minapadi adalah model tepat untuk memecahkan solusi pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Bahkan keberhasilan pengembangan minapadi di Indonesia telah menginisiasi FAO sebagai organisasi pangan dunia untuk menjadikan Indonesia sebagai acuan model minapadi di level Asia Pasifik.

“Setidaknya sudah 13 negara di Asia Pasifik belajar minapadi di Indonesia. Tentunya ini jadi pemicu bagi kita untuk terus mendorong minapadi ini berkembang di berbagai daerah”, imbuh Slamet.

Selain itu, menurut Slamet, sistem minapadi ini juga mampu meningkatkan produktivitas padi. Jadi sangat pas sekali sebagai upaya mencapai swasembada pangan.

“Sangat mengapresiasi keberhasilan usaha minapadi. Saya yakin ini akan menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan bagi petani. Kedua, ini harus jadi program unggulan nasional dalam upaya mendukung kebijakan pangan berkelanjutan”, tegas Bambang seusai melakukan panen raya bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *