10.000 Peserta Bakal “Gegerkan” Festival Sarung Tenun NTT

“Para peserta akan dibagi dalam 4 spot yakni pertama di depan Gedung Sasando Kantor gubernur dengan peserta 4.975 orang. Spot kedua di depan Kantor Pengadilan Tinggi Kupang dengan 1.685 peserta. Spot ketiga di depan rumah jabatan gubernur dengan 2.100 peserta dan spot keempat di depan  Kejati NTT dengan 2.120 peserta,” katanya.

Pada setiap spot, jelas Julie, akan diadakan rangkaian acara hiburan. Acara NTT menari akan dipusatkan di spot satu. Sementara spot lainnya ada tarian massal Flobamora dan atraksi lainnya. Para warga yang hadir diharapkan dapat membeli kreasi tenun ikat di masing-masing spot dan produk makanan berbasis kelor.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya penenun. Juga untuk membangkitkan kebanggaan di kalangan generasi muda dan kaum milenial terhadap kain sarung NTT. Kita terus dorong dan mengupayakan agar tenun NTT diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO,” tambahnya.

Dirinya menambahkan, festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan dalam mendukung agenda pariwisata daerah sehingga semakin berkibar di tingkat nasional maupun internasional. Dekranasda pun akan mendorong penetapan hari sarung nasional sehingga disejajarkan dengan batik sebagai busana nasional. Dengan kegiatan berkelanjutan seperti ini, katanya, geliat perekonomian para penenun juga akan semakin meningkat. (ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *