Porosnusantara.co.id, Jayapura- Belajar memahami emawa dari cerita bapa saya dan lebih mendalami sejak tahun 2003 saat saya tinggal di Meeuwo saya jalan berkeliling Tigi dan ke Paniai sampai di Agamoma dan Bogo serta selama mengurus Dewan adat terlalu sering saya mengadakan diskusi dengan Para Petua dari Tigi, Paniai dan Agadide.
Dengan itu saya mendapat gambaran tentang Emawa dan Owaada.
Emawa dan Owaada
Keterkaitan antara Emawa dan Owaada adalah dua hal yang sangat erat karena dalam Emawa terjadi demokrasi dan proses pendidikan tentang nilai, dan Owaada yang adalah tanaman asli dan makanan yang memberikan hidup dan terdapat di sekitar atau dalam emawa.
Sehingga agar nilai-nilai tentang hidup itu dapat bertahan dengan baik atau dilestarikan maka Emawa haruslah dipertahankan atau dihidupkan kembali supaya nilai-nilai tentang pentingnya Owaada tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan, sebab di-sekeliling Emawa haruslah terdapat Owaada.
Emawa adalah Rumah Kebenaran orang Mee dan Owaada adalah Taman Firdausnya orang Mee. maka dua hal ini sangat erat hubungannya karena menggambarkan suatu yang merupakan satu kesatuan yang sangat integral, Rumah Kebenaran dan Taman Kebenaran atau Rumah Sakral, sehingga dua hal ini merupakan hal yang sangat mendasar dan merupakan tujuan dan asal.
Relevansi Emawa dan Owaada
Emawa adalah Tempat Musyawarah atau Tempat Melakukan Praktek Demokrasi, ditempat ini segala hal baik, hal yang baik maupun tidak baik mereka bicarakan antara lain perkembangan marga, kehidupan dalam masyarakat, penyelesaian masalah serta hal-hal lain tentang nilai-nilai yang datang dari berbagai pihak yang datang kepada masyarakat adat.
Oleh karena itu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik maka Emawa haruslah dapat dijadikan sebagai basis Tempat Perencanaan Pembangunan di Kampung, Tempat membicarakan tentang sebuah rencana atau proyek yang akan dilaksanakan oleh pihak-pihak baik swasta social atau profit di kampung atau distrik sehingga terwujud dan nyata pelaksanaan Pembangunan Partisipatif sehingga Masyarakat Adat betul akan menjadi Subyek Aktif dalam Pembangunan.






