John NR Gobay: Antisipasi Banjir, Bangun Talut dan Buat Danau Buatan Di Sima Distrik Yaur

Porosnusantara.co.id, Nabire – Kampung Sima boleh dikata identik sekali dengan banjir apabila terjadi hujan. Curah hujan tinggi dan kapasitas guyur debit besar menjadi lahan empuk tergenangnya rumah warga beberapa tahun terakhir. Ini terindikasi akibat laju defroestasi oleh proyek perkebunan sawit karena, masa-masa sebelumnya fenomena alam ini tak pernah terjadi sejak terakhir tahun 1982.

Hari ini peristiwa itu terjadi lagi cerita para petuah di kampung itu. Tercatat 2016 kemarin dan hari ini 18-19 Ferbruari 2019.
Sebagai orang yang pernah berdomisili di Siima dan telah diterima sebagai keluarga dari Suku Yersiam, saya tak bisa mempersalahkan siapa disini tapi itulah fenomena yang sedang dan sudah terjadi. Sekarang saya mengkritisi tentang penanganan banjir itu, di jelaskan Anggota John NR Gobay di Jayapura Sabtu (23/02/2019)
“Kami juga berterima kasih kepada Pemda Nabire yang telah melakukan tanggap darurat sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah apabila banjir tejadi dikampung itu tapi juga kampung-kampung lain yang juga mengalami situasi sama.
Tapi tanggap itu hanya berkisar memberikan bantuan bama saat masyarakat tak bisa beraktifitas. Namun, letak persoalan tejadi banjir tak diselesaikan.ucap John.

“Misalnya di Sima, yang perlu dilakukan untuk menghentikan identiknya hujan adalah, menormalisasi 2 sungai yang mengapit kampung sima, dengan membuat jalur baru sungai dan talut serta adanya Danau Buatan untuk menampung air dan Danaunya dapat digunakan untuk memelihara ikan, agar kemudian dapat menjadi tempat pemancingan.
Pengalaman banjir tahun 2016 seharusnya menjadi cermin pemerintah Dan istansi terkait didalam mengupayakan dan mengerjakan letak masalah banjir di kampung sima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *