Tentunya, ke depan kebersihan dan keasrian Kota Sawahlunto akan tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Untuk itu, Pemko menyadari dan mulai mengkaji berbagai strategi agar mempertahankan dan meningkatkan kebersihan kota dapat diterapkan dengan baik.
“Mempertahankan ini memang lebih berat daripada meraih ya. Jadi tentu kita terus mengkaji mekanisme apa, langkah-langkah apa yang harus kita jalankan agar kebersihan, dengan bonus Piala Adipura ini dapat kita pertahankan,” tutur Walikota Deri Asta.
Sedangkan secara prinsip, ungkap Deri kebersihan tersebut bergantung pada pola atau budaya masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungannya. Namun tentunya, Pemko juga memegang peran dan fungsi yang penting.
Ketua DPRD Sawahlunto, Adi Ikhtibar yang mendampingi Walikota Deri Asta menerima Piala Adipura tersebut mengapresiasi Pemko dan masyarakat yang telah bahu membahu menjaga kebersihan dan menata keasrian “Kota Arang” itu.
“Bersyukur kita, Piala Adipura ini berhasil dipertahankan, kita peroleh lagi di 2018, meski memang penyerahannya baru di 2019 ini. Kami apresiasi dan terimakasih setinggi-tingginya, terutama pada DKP2LH dengan pasukan kuningnya yang kita lihat bersama begitu loyal bekerja menjaga kebersihan, mengumpulkan sampah sampai ke sudut-sudut kota ini. Tentu juga ini berkat dukungan dari masyarakat kita semua, yang sudah sadar akan pentingnya kebersihan,” ujar Adi Ikhtibar, yang ditemani oleh Wakil Ketua DPRD, Weldison.
Sementara, Kepala DKP2LH, Adrius Putra mengatakan bahwa Adipura ini menjadi kado penghargaan bagi para pasukan kuning yang telah bekerja setiap hari menjaga kebersihan kota, dalam hal itu mengelola sampah. Juga buah manis dari partisipasi aktif masyarakat memelihara kebersihan dan keindahan kota.






