KLHK mencatat bahwa terdapat 150 organisasi kepemudaan, 325.887 organisasi masyarakat, 65.000 LSM, 218.567 sekolah (SD, SLTP, SLTA), serta 4.671 Perguruan Tinggi. Potensi tersebut perlu dikembangkan secara masif, sistematik, terstruktur dan berkelanjutan sehingga terbentuk generasi lingkungan. Pengembangan generasi lingkungan yang dilaksanakan KLHK selama 2015-2018 telah berhasil terbentuk 3.871 Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri, hingga pembinaan SDM diantaranya 361 santri dan peserta didik rentang pendidikan SD sampai dengan SMA, 179 pendidik di tingkat TK sampai SMA, 8.143 anggota pramuka penegak dan pandega, dan 2.466 kader lingkungan.
Menurut Helmi, generasi lingkungan yang dikembangkan oleh KLHK telah berhasil menurunkan jumlah timbulan sampah sebesar 20-50%, mampu meningkatkan program penanaman dan pemeliharaan pohoh sebanyak 10-50%, penghematan penggunaan listrik dan air sebesar 10-30%, penghematan penggunaan alat tulis kantor 5-20%, serta pengurangan pencemaran udara.
Untuk meningkatkan kepedulian lingkungan, BP2SDM KLHK telah mempromosikan Gerakan Gemilang (Generasi Muda Indonesia Bela Lingkungan), program Eco-Masjid, serta Sekolah/Madrasah Peduli dan Berbudaya Lingkungan. Langkah yang diambil diantaranya adalah dengan membangun jejaring dan komunikasi, mengoptimalkan teknologi informasi, membentuk pendidikan karakter peduli lingkungan, hingga menonjolkan tokoh/public champions yang mampu menularkan kepada masyarakat secara lebih luas. “Semua itu diharapkan agar tercipta generasi muda Indonesia peduli lingkungan secara berkelompok dan kolaboratif sebagai generasi penerus bangsa,” jelas Helmi Basalamah. *ad






