Widya mengaku mencapai kesuksesan seperti ini tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh usaha, dukungan, kerja keras dan doa. “semua ini tidak kebetulan saya harus kerja keras sendiri dari nol” kata ibu dua anak ini
Widya mengaku lahir dari keluarga yang minim pendidikan. Kedua orangtunya tidak taman sekolah hanya lulusan SMP saja. Tidak ingin seperti orang tuanya Widya tekun belajar. Juara kelas selalu dia dapat saat sekolah di kampung halamannya Kotabaru. Usahanya membuahkan hasil yang akhirnya membawa Widya masuk SMAN 1 Banjarmasin Kelas Akselarasi.
Hanya dua tahun belajar di sekolah favorit, Widya diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Inlam) Banjarmasin. “awalnya kan cita-citanya saya menjadi bidan lalu pas masuk kedokteran ingin jadi dokter anatesi,” katanya
Ternyata jalan takdirnya berkata lain, cita-citanya mendadak berubah saat Widya hendak menuntaskan studi akhirnya. Widya yang menikah muda dan memiliki dua orang putra saat kuliah berubah haluan untuk menjadi dokter estetika saja.
Lulus mejadi dokter muda pada 2013, ternyata banyak tawaran dari perusahaan untuk membiayai studi lanjutan Widya. Oleh perusahaan, Widya dipersilahkan memilih studi di mana yang diinginkan. “tapi saya memilih ikut pendidikan saja dulu Jakarta. Nah lalu menerima tawaran dan tertarik melanjutkan pendidikan di Hongkong, Korea Selatan dan Prancis,” terang dia
Kini dengan keahliannya sebagai dokter estetika, Widya bisa mengubah wajah bermasalah lewat sentuhannya menjadi lebih cantik dan lebih ganteng. Widya mengaku dirinya adalah tipe wanita yang tergolong peduli bisa membantu orang yang membutuhkan adalah kepuasan tersendiri baginya. “makanya saya buka klinil tidak semata-mata mencari keuntungan tapi juga membantu pasien yang berpenghasilan kelas menengah kebawah yang ingin cantik saya bantu dengan harga yang tidak pernah mencekik mereka”.






