oleh

Pos Indonesia Luncurkan Aneka Layanan Terbaru

Jakarta, Poros Nusantara – Dunia kini sedang menghadapi Revolusi 4.1, dimana perubahan terjadi begitu cepat dengan impak yang luar biasa. Kondisi seperti ini juga disebut disruptive (era disrupsi), era penuh gangguan dengan banyaknya perubahan situasi dimana pergerakan dunia industri tidak lagi linier.

Perubahan sangat cepat ini, fundamental dengan mengacak-ngacak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru. Disrupsi menginiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi lebih inovatif, dan disruptif. Cakupan perubahannya luas, mulai dari dunia bisnis, perbankan, keuangan, transportasi, logistik hingga pendidikan.

Pesatnya perkembangan persaingan bisnis pos, menuntut pengelolaan bisnis secara profesional yang berorientasi pada kemampuan menciptakan nilai tambah, maka diperlukan adanya strategic sales bussiness pos untuk memenangkan kompetisi bisnis dengan para pesaing. Sehingga PT Indonesia (Persero) melakukan inovasi beberapa layanan yang dapat mempermudah masyarakat dalam menggunakan jasa Pos Indonesia. Demikian diungkapkan Charles Sitorus, Direktur Komersial PT. Pos Indonesia, pada acara  Launching Inovasi Layanan Terbaru, di Gedung Pos Ibukota, Jakarta. (11/10/2018).charles

Kali ini, PT. Pos Indonesia meluncurkan beragam inovasi layanan, diantaranya Contact Center Orange, Magenpos, Agenpos, B2B Kurir, Agen B2B Jaskug, Layanan Kargo Ritel Udara di Agenpos dan Top up e-money di Kantor Pos. “Dengan begitu, masyarakat semakin dimanjakan dengan kemudahan layanan jasa pos yang tidak harus di kantor pos, tetapi  bisa dilayani di outlet jalan-jalan yang ada layanan posnya,” kata Charles.

BACA JUGA  Pilkada PSU Kabupaten Nabire 2021, Osea Petege: Pemerintah Segera Siapkan Anggaran

Lebih lanjut, Charles menjelaskan Contact Center Oranger yang diperuntukan para pelapak, pelaku UKM dan masyarakat umum dengan memberikan pick up gratis melalui call center 1500261 yang sudah beroperasi mulai tanggal 10 Oktober 2018. “Saat ini, baru tersedia di empat regional di Pulau Jawa yaitu Jatabek, Regional 5 meliputi Jawa Barat dan Banten, Regional 6 meliputi Jateng dan DIY serta regional 7 yang meliputi Jatim. Sementara 7 regional lainnya akan menyusul dalam waktu yang tidak lama lagi.“Pengguna jasa pos pun sangat mudah dalam mengakses layanan ini, cukup telepon ke 1500621, lalu sebutkan nama, nomor telepon, serta alamat atau lokasi penjemputan atau menyebutkan kode booking Pos Order Number (PON) dan lokasi penjemputan. Kode booking melalui PON dapat diperoleh dengan registrasi di website posindonesia.co.id/pon,” kata Charles.

Charles memaparkan layanan M-Agen Pos yang merupakan aplikasi berbasis android untuk memberikan layanan payment (pembayaran) berbagai angsuran, mulai PLN, Telekomunikasi, PDAM, PBB, Tiket Pesawat, Premi Asuransi, Finance dan masih banyak lagi.  “Dengan aplikasi ini masyarakat pengguna layanan pos tidak perlu lagi datang ke outlet kantor pos, namun sebaliknya Pos Indonesia melalui layanan M-Agenpos akan memberikan pelayanan dilokasi pelanggan berada,”  papar Charles.

BACA JUGA  Penerima Bantuan PSBB Amburadul, FWJ Kritik Keras Pemprov DKI

Ia manambahkan penjelasan layanan Agenpos B2B Layanan kurir. Dimana layanan ini dikembangkan dengan pola kerja sama antara POS dengan mitra berbadan usaha yang telah memiliki banyak channel yang terhubung secara online. “Caranya, mitra wajib menyediakan koneksi jaringan virtual (VPN) yang menghubungkan Host Mitra dengan Host PT. Pos Indonesia (Persero) , begitu juga PT. Pos Indonesia (Persero) menyediakan infrastruktur dan system aplikasi layanan jasa kurir menggunakan Application Programing Interface (API) yang akan menghubungkan system mitra dengan system pos,” imbuhnya.Screenshot_20170114-093119

“Aplikasi yang digunakan oleh chanel mitra di dalam jaringannya disediakan oleh mitra dan harus melalui proses pengujian dan sesuai spesifikasi yang ditetapkan oleh POS. Dengan pola B2B ini, diperkirakan jumlah agenpos akan tumbuh cepat dari 6000 agenpos yang sudah ada menjadi 45 ribu. Dengan pertumbuhan ini, akan berdampak pada pertumbuhan pendapatan perusahaan,” kata Charles kepada para awak media.

Kemudian, Charles menjelaskan layanan Agenpos B2B (Bussines to Bussines) yang merupakan layanan kemitraan Chanel Pospay. Sejak tahun 2002 PT. Pos Indonesia (Persero) mengembangkan aplikasi System Online Payment Point Pos (SOPP POS) dan PT. Pos Indonesia mengembangkan sebagai One Stop Payment Service Biller dan hingga tahun 2018 telah bekerja sama dengan 380 biller.

BACA JUGA  Un Swissindo Berikan Sosialisasi Kepada Ribuan Relawan Sumatera Barat

“Pada awalnya, Aplikasi SOPP Pos dikembangkan dengan Platform In House Application dan dilayani melalui tiket Kantor Pos dan Agenpos berbasis desktop yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan media pembayaran secara cash (tunai),” jelasnya.

Ia menegaskan dengan perkembangan teknologi, terutama aplikasi payment pada payment aplikasi smartphone dan tuntutan alternative pembayaran (selain outlet PT Pos Indonesia), baik secara cash dan non tunai, maka PT. Pos Indonesia (Persero) mengembangkan kerjasama dengan mitra dengan pola B2B.

Layanan yang tak kalah menariknya, yaitu Kargo Pos Ritel Udara bagi agenpos. Sebenarnya layanan ini sudah diluncurkan pada pertengahan bulan oktober 2017 dan hingga saat ini, tersedia di 58 Kantor Pos besar di Indonesia dan terus akan bertambah. “Kini Pos Indonesia kembali lakukan layanan terobosan dengan memberi kesempatan kepada agenpos di seluruh Indonesia untuk dapat melayani jasa layanan produk Kargo Pos Udara. Khusus paket yang beratnya, diatas 10 kg bisa menggunakan layanan Kargo Pos,” ujar Charles.

Laporan ; Windarto

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini