BRSDM KKP Dorong Hasil Hilirisasi Hasil Riset dan Inovasi

Pada pagelaran kali ini, juga diluncurkan produk  inovasi berupa Mini AIS (Automatic Identification System), yakni transponder AIS berukuran kecil untuk meningkatkan keselamatan nelayan khususnya nelayan kecil (<3 G). Selain itu, juga diluncurkan bibit Patin Perkasa yang disingkat Patin Super Karya Anak Bangsa).

Tidak hanya itu, acara ini dilaksanakan penandatangan kerja sama antara unit teknis riset dengan mitra DU atau DI dalam pengembangan inovasi riset yang dihasilkan, diantara Penandatangan antara KKP dengan PT. Martha Tilaar, terkait dengan pengembangan riset dan peningkatan kesejahteraan kelautan dan perinanan dan Penandatangan Kerjasama antara BRSDM dengan Pemkap Majene dan Pemkab Wakatobi soal pengembangan riset dan SDM kelautan Perikanan. Kerja sama_08

Kemudian kerja sama antara Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan dengan Direktur PT. Sanbe Farma atau PT. Caprifarmindo perihal vaksin Hydrogalaksi.  Kerja sama lain yaitu Kepala Riset Budidaya Ikan Hias dengan Direktur PT. Biocon Natural Indonesia mengenail pengembangan magot dan kerja sama Kepala Balai Riset Pemuliaan Ikan dengan Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Utara, Jawa Barat, calon induk Patin Perkasa.

Sementara itu, menurut data Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tingkat pencapaian hilirisasi riset inovasi di Indonesia masih rendah, sekitar 3 hingga 5 persen, terpaut jauh dengan tingkat keberhasilan China, 25 Persen. Sedangkan Amerika dan Eropa mencapai 10 sampai 15 persen. Rendahnya kesuksesan ini, disebabkan minimnya kerja sama Lembaga peneliti dengan industry.

Laporan : Windarto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *