Karena kecilnya uang bulanan itu, sulaiman hanya mengaku dirinya hanya makan satu kali saja dalam sehari yaitu pada pukul 14.00 siang. Pasalnya dengan makan di jam itu, dirinya sudah harus cukup mengisi perut untuk makan pagi, siang dan malam sekaligus. “ makanya saja waktu itu hanya makan sekali saja dalam sehari, soalnya sehari saja makan RP. 5 ribu bahkan terkadang lebih. Habislah uang kuliah untuk makan sehari – hari “.
Karena itu, dengan keuletan dan inovasinya, sulaiman mencari usaha sampingan untuk menutupi kebutuhan sehari – hari. Usaha itu dimulai dengan ikut temannya mendirikan usaha konveksi, mengisi makanan kecil ke warung – warung pinggir jalan dan lain sebagainya. “ Tapi alhamdulilah dengan usaha seperti itu, kebutuhan saya sehari – hari jadi terpenuhi ‘, katanya.
Usai menyelesaikan kuliah pada tahun 2003, sulaiman belum juga mendapatkan pekerjaan tetap. Sulitnya mencari peluang kerja yang bagus dan menjanjikan, membuat sulaiman berpikir untuk mencari usaha yang menjadikan. Saat itulah, sulaiman melihat sebuah peluang besar dari usaha rental mobil. Sayangnya, saat itu, sulaiman tidak memiliki modal sepeserpun. “ saya sangat ingin membuat usaha sendiri, tapi modal dari mana? “ kata dia.
Namun keinginan membuka usaha sendiri membuat sulaiman mau bekerja keras dan banting tulang. Bahkan menjadi seorang calo pun dia jalani sulaiman dengan sabar dan tekun. Sebab, saat itu, sulaiman berfikir bahwa menjadi calo rental mobil pun bisa membawa keuntungan karena dilakukan tanpa modal sedikitpun. Caranya, dia mencarikan sendiri konsumen yang akan merental mobil. Dari uang hasil rental itu, dia mendapat insentif yang jumlahnya lumayan dari pemilik mobil meski tentu saja masih jauh dari kata layak. Namun pekerjaan sebagai calo rental di gelutinya hingga dia menemui nasibnya kelak.






