Edi Adi Harja Ditunjuk Jadi Ketua Caretaker FORKI Way Kanan Dan Siap Jalankan Amanah

Screenshot_2026-05-21-22-02-35-23_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Bandar Lampung, porosnusantara.co.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Lampung resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Caretaker untuk Pengurus Cabang (Pengcab) FORKI Kabupaten Way Kanan. Langkah ini diambil menyusul berakhirnya masa bakti kepengurusan definitif FORKI Way Kanan pada tanggal 15 Mei 2026.

Berdasarkan SK Nomor 130/FORKI-LPG/KU-SKUM/V/2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum FORKI Lampung, Sensei Taren Sembiring, susunan personalia caretaker yang ditunjuk adalah Edi Adi Harja sebagai Ketua, didampingi oleh Nopa Mayang Sari, S.Pd selaku Bendahara, dan Wiranto sebagai Sekretaris.

Dalam konsideran surat keputusan yang ditetapkan di Bandar Lampung tersebut, mandat caretaker ini diberikan untuk menjalankan roda organisasi secara fungsional sesuai AD/ART, serta mengemban tanggung jawab utama melaksanakan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) FORKI Kabupaten Way Kanan. Masa berlaku kepengurusan caretaker ini dijadwalkan berjalan hingga bulan November 2026.

Saat dimintai keterangan pasca menerima amanah tersebut, Ketua Caretaker FORKI Way Kanan, Edi Adi Harja, menyatakan kesiapannya untuk segera bergerak cepat demi menjaga stabilitas dan prestasi olahraga karate di Way Kanan.

“Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemprov FORKI Lampung di bawah kepemimpinan Sensei Taren Sembiring. tugas caretaker ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar agar tidak terjadi kekosongan roda organisasi,” ujar Edi.

Edi menegaskan bahwa fokus utama timnya dalam waktu dekat adalah melakukan konsolidasi internal serta mempersiapkan gelaran Muscablub yang demokratis dan transparan.

“Sesuai dengan mandat SK, prioritas utama kami adalah menyelenggarakan Muscablub FORKI Way Kanan sesegera mungkin sebelum batas akhir November 2026. Kami akan merangkul seluruh perguruan karate yang ada di Way Kanan agar proses transisi menuju kepengurusan definitif yang baru berjalan dengan lancar dan harmonis. Kami ingin memastikan pembinaan atlet di daerah tidak terganggu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *