Menurutnya, pola yang diterapkan ini semata – mata untuk perkuat kapasitas anggota Tidak untuk dipamerkan namun dalam perjalanan inovasi ini dilihat pemerintah sangat baik maka bisa berkolaborasi program bersama untuk kepentingan daerah. Khusus mengenai pemasaran, saat ini masih dalam pola tradisional dimana menyebarkan informasi melalui jejaring yang sudah ada karena karena masih berskala kecil dan ini spirit baru. ” Kita masih harus banyak berbuat untuk menyadarkan anggota, Tidak hanya fokus pola konsumtif tapi juga produktif. Banyak lahan kosong yang belum dioptimalkan, memang gerakan koperasi simpan pinjam banyak tantangan sehingga perlu rubah pola pikir dan keahlian. Ini butuh dukungan bersama apakah itu pelaku usaha maupun pemerintah ” harapnya.
( Laporan : Erni Amperawati )






