Produk Batik IKM akan Dipamerkan di Paris

Jakarta, Poros Nusantara – Bukti komitmen Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang pernah disampaikannya bahwa, pihaknya akan terus mendorong para pengrajin dan peneliti industri batik nasional untuk terus berinovasi agar mendapatkan berbagai varian warna alam.

Upaya tersebut untuk mengeksplorasi potensi batik Indonesia sehingga makin memperkaya ragam kain wastra Nusantara dengan warna alam. Selain itu Kemenperin juga memiliki program e-Smart IKM yang bertujuan mendorong pelaku usaha untuk masuk dalam pemasaran online. “Hal ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menuju implementasi revolusi industri 4.0 sekaligus memperluas pasar ekspor,” ujar Airlangga.

BACA JUGA  Vera Yuliastuti Serahkan Berkas Pendaptarana Pilkakam Ke PPK Kampung Setia Negara

Salah satu komitmen tersebut menurut Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih dalam rilisnya, Selasa (29/5),.kembali akan memfasilitasi IKM khususnya yang memperoduksi batik berpameran di luar negeri dalam waktu dekat. Tepatnya dalam ajang pameran kelas dunia bertajuk Indonesia Batik For The World di UNESCO Headquarters, Paris, Perancis.

BACA JUGA  Hari Peduli Sampah Nasional 2020 : Kurangi Timbunan Sampah 7.702 Ton / Hari, Jakarta Perkuat Kolaborasi.

Pameran yang akan berlangsung pada 6 – 12 Juni 2018 ini khusus menyertakan produk-produk batik hasil IKM. Terlebih pameran yang berlangsung sepekan ini sedikitnya bakal dihadiri sekitar 5.000 pengunjung dari berbagai negara. Dengan demikian akan membawa dampak positif bagi perkembangan batik dan potensi besar bagi produk batik itu sendiri.

Dia menambahkan kesempatan tersebut selain untuk memperkenalkan batik kepada dunia dan memperluas jangkauan pasar luar negeri. “Keikutsertaan para pelaku IKM batik memang kita diharapkan dapat memperluas pasar ekspor kain wastra Nusantara terutama ke negara-negara di Eropa,” ujarnya.

BACA JUGA  Kepala Distrik Prafi Hadiri Peresmian Uji coba Helikopter Cv Salemo Raya

Masih kata Gita, melalui pameran ini institusinya ikut terus berupaya melestarikan batik sebagai warisan bangsa yang sudah diakui UNESCO sejak 2 Oktober 2009 sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *