Senada Prakoso, Maesaroh Mawardi juga memberikan apresiasi bagi upaya untuk mendorong berkembangnya ritel-ritel moderen milik rakyat dan umat ini. dia menuturkan saat ini, sektor riil sudah didominasi minimarket moderen milik usaha besar, seperti AlfaMart dan IndoMart. “Makin lama mereka makin kuat. Sekarang saatnya koperasi dan UKM memiliki juga bisnis ritel moderen yang kuat seperti LEUMart ini,” harapnya.
Untuk itu, Maesaroh menegaskan, pihaknya menggratiskan pengurusan pendirian koperasi di wilayah Banten yang akan menggeluti sektor produktif seperti sektor riil. Selain itu instansinya juga akan terus mendorong koperasi-koperasi produktif dan sektor riil untuk bisa memberikan dampak bagi peningkatan perekonomian Banten.
Sistem Konsinyasi
Adapun Bambang Wijonarko menjelaskan, pihaknya ambil bagian semata karena tuntutan kepedulian ingin membantu masyarakat dalam mencapai kesejahteraan. Mengingat selama ini ada ketidakmerataan kesempatan berusaha di masyarakat, sehingga mendorong Lembaga Ekonomi Umat (LEU) melakukan sebuah terobosan baru. Tujuannya agar kesempatan berusaha mampu diakses kalangan yang lebih luas. LEU pun hadir sebagai ritel outlet untuk umat, yang diberi nama LEUMart.
Bambang menambahkan, sistem yang digunakan kepada para mitra adalah sistem konsinyasi. Sistem konsinyasi ini didukung dengan sistem IT yang terintegrasi dan belum dimiliki oleh ritel lain. “Maka, dengan diperkuat adanya pelatihan-pelatihan dan pendampingan para mitra secara gratis, LEUMart mampu menghadirkan sebuah konsep baru dalam bidang ritel,” jelas Bambang.
Berkaitan barang-barang yang dijual sangat kompetitif, karena LEUMart, lanjut Bambang, negosiasi telah dilakukan secara langsung kepada para prinsipal, seperti Mayora, Orang Tua, Garuda Food, Indofood, Unilever, Wings, Central Pertiwi Bahari/Fiesta, dan sebagainya. Untuk jaringan IT dan lainnya, LEUMart juga didukung penuh oleh PT Pos Logistik, Infomedia Telkom, Telkom Sigma, dan BNI Syariah sebagai mitra kerja.






