SOLSEL AKAN GELAR FESTIVAL SERIBU RUMAH GADANG

SOLOK SELATAN, POROS NUSANTARA –  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Selatan Sumbar serta stage holders di lingkungan pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Pemkab) segera gelas festival Saribu Rumah Gadang acara festival itu akan ikut ambil bagian seluruh anak nagari dan sebagai tuan rumah Nagari Koto Baru dan Nagari Pasar Muara Labuh Sungai Pagu yang akan dihelat 19-21 November 2017.

Kepala Dinas Pariwisata Budiman, S.Pd mengatakan “Digelarnya festival saribu rumah gadang itu agar masyarakat lebih mengetahui dan melestarikan adat budaya, serta tradisi masyarakat tentang sakralnya suatu adat, budaya masyarakat Solok Selatan yang turun temurun semenjak dahulu, yang sekarang masih lestari di tengah-tengah tatanan adat dalam banagari dan bermasyarakat. Mari kita lestarikan adat budaya Solok Selatan agar di generasi penerus tradisi-tradisi sakral itu tidak punah ditelan zaman. Apalagi dengan arus globalisasi sekarang yang begitu pesat, kalau tidak hati-hati disikapi hal ini akan membawa dampak terhadap tata budaya, tradisi suatu daerah itu sendiri.

BACA JUGA  Pasar Hutan Ranolewo Daya Tarik Baru Pariwisata Minahasa

Bujang Basri, S.Kom selaku Kabid Budaya juga mengatakan “Festival Saribu Rumah Gadang ini dihelat selama 3 hari akan menampilkan berbagai acara yang diikat dengan semboyan BASAMO MANJAMPUIK PUSAKO LAMO, MANGUMPUAN WARIH NAN TASERAK artinya menggali kembali adat budaya yang telah turun temurun agar anak cucu, terhadap budaya itu sendiri tidak lenyap begitu saja, festival Saribu Rumah Gadang kata Bujang akan menampilkan berbagai seni adat dan budaya antara lain, arak-arakan prosesi adat, makan bajamba, rabab, saluang, randai, carnaval tari, talempong serta kuliner dan kerajinan juga menampilkan silat tradisional.

BACA JUGA  Kebijakan Amran Membangun Logistik Pangan Skala Besar Mulai Terwujud

Kita menghimbau seluruh lapisan masyarakat mari kita bangkitkan serta kita gali Adat Lamo, tradisi nenek moyang kita yang telah begitu lama mereka daulat tinggal kita meneruskan dan melestarikan itu berupa tanggung jawab bersama khususnya pemuka-pemuka adat demi untuk anak cucu kita bersama tutup Bujang Basri.

BACA JUGA  Pemkab Wajo Gerak Cepat Lakukan Penanganan Ke korban Banjir Di Tanasitolo.

(Laporan : Sudirman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *