Didalam keluarga juga, hal-hal yang harus dilakukan yaitu menangkis kekerasan anak dan perempuan, menghindari diskriminasi serta kesenjangan ekonomi. Selain dalam keluarga, pembentukan karakter anak juga dapat dilakukan di sekolah dan lingkungan. Jika di sekolah guru yang memegang peranan penting, sementara jika dalam lingkungan pergaulan turut mempengaruhi.
Oleh karenanya, Bupati Soekirman mengajak seluruh stakeholder dan para orang tua anak agar terus berperan aktif dan bekerjasama dalam mewujudkan kesekahteraan sekaligus kemajuan anak-anak bangsa khususnya di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat, pungkas Soekirman.
Sementara itu Sekretaris Dinas P3A Provsu Suriyani, SE dalam sambutannya memberikan tips-tips yang bisa dilakukan para orang tua di rumah untuk mengajarkan anak tentang toleransi dan mengenalkan pada keberagaman yakni, pertama mengenalkan perbedaan dari lingkungan terkecil, kedua belajar menghargai pendapat orang lain, ketiga mengajarkan anak untuk saling berbagi, keempat mengajarkan anak untuk menerima dengan siapa saja, kelima berkumpul dengan keluarga besar, keenam ajarkan anak untuk fleksibel, ketujuh mengajarkan anak toleransi dongeng, buku cerita atau film, kedelapan mengajarkan anak untuk menerima diri apa adanya dan kesembilan dorong lah anak supaya bergaul, tidak hanya sibuk belajar di sekolah, jelasnya.
Sedangkan Ketua DPRD H.Syahlan Siregar ST dalam sambutannya mengutarakan bahwa anak adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dilindungi karena kedepannya anak-anak kita diharapkan dapat terpenuhi segala hak-haknya untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian kita semua harus berkomitmen dan berkontribusi nyata dalam memberikan perlindungan terhadap anak  sehingga anak-anak kita dapat terhindar dari kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak.






