Porosnusantara.co.id | JAKARTA – Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memberikan klarifikasi terkait video viral yang melibatkan warga binaan. Dalam keterangannya kepada awak media, pihak Lapas membenarkan adanya dua pegawai yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut dan kini masih menjalani pemeriksaan internal.
Untuk sementara, kedua pegawai tersebut telah digantikan oleh pelaksana harian (Plh), yakni Indra, hingga proses pemeriksaan selesai dan hasilnya diketahui.
Kepala Lapas menjelaskan bahwa warga binaan yang muncul dalam video viral telah dipindahkan ke Lapas dengan pengamanan supermaksimum di Nusakambangan. Pemindahan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan pimpinan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Ketika ada masalah di Lapas, warga binaan akan dipindahkan ke Nusakambangan dan semuanya sudah diselesaikan, sudah dipindahkan ke sana,” ujar Kalapas saat memberikan klarifikasi.
Pihak Lapas turut menjelaskan dugaan masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan lapas. Menurut keterangan yang disampaikan, mesin pemindai atau X-ray sedang dalam masa perawatan (maintenance) ketika kejadian berlangsung.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait keterbatasan jumlah sumber daya manusia (SDM) yang bertugas mengawasi warga binaan dan menjalankan prosedur keamanan.
“Bayangkan petugas kita kurang, sementara warga binaan banyak. Namanya oknum, kita tidak tahu. SOP sudah ada, tapi tetap kecolongan. Ini menjadi evaluasi kita,” jelasnya.
Pihak Lapas mengakui bahwa prosedur operasional standar (SOP) sebenarnya telah tersedia. Namun, kejadian tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan dan sistem pemeriksaan barang yang masuk ke dalam lapas.






