Ketua Umum Pasukan Canga Muda Obi Selatan Jefry Daeng SH Mengecam Keras Metode Pengambilan Sampel Air Laut di Laut yang Bersih.

Dalam pernyataannya, Jefry menilai metode pengambilan sampel yang dilakukan DKP Maluku Utara tidak tepat sasaran dan menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Kami mengecam keras metode pengambilan sampel air laut oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara yang dinilai penuh dengan konspirasi. Faktanya air laut berubah warna menjadi hijau di lokasi Obi Utara, namun yang diambil sampelnya justru air laut yang bersih di Pulau Obi,” tegas Jefry.
Jefry juga menyayangkan jika pengambilan sampel tersebut benar merupakan instruksi dari Ibu Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly, untuk memastikan penyebab fenomena perubahan warna air laut di perairan Obi Utara. Menurutnya, tujuan untuk memastikan apakah penyebabnya berasal dari limbah beracun industri atau dari sumber lain tidak akan tercapai jika titik pengambilan sampel tidak sesuai dengan lokasi yang terdampak.
“Jika tujuannya untuk mencari penyebab perubahan warna air, maka harus diambil di titik yang berubah warna, bukan di laut yang bersih. Ini justru membuat informasi simpang siur di masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua Umum Pasukan Canga Muda Obi Selatan meminta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, Saudara Kadri La Etje, untuk memperjelas secara terbuka lokasi pengambilan sampel air laut di perairan Obi yang telah diberitakan di media online hari ini







