Umum  

SAPX Paparkan Kinerja 2025, Laba Usaha Naik Meski Pendapatan Menurun

Porosnusantara.co.id | Jakarta, 10 Juni 2026 – PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) menggelar Public Expose Tahunan usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin perseroan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik dan para pemegang saham.

Acara dihadiri jajaran manajemen perseroan, pemegang saham, awak media, serta peserta yang mengikuti secara langsung maupun daring dari dalam dan luar negeri. Hadir dalam kesempatan tersebut Presiden Direktur SAPX, Budianto Darmastono, Direktur Zainal, serta Manajer Keuangan Vicky Fahri Al Malik.

Dalam pemaparannya, Direktur SAPX Zainal menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp523,13 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Menurutnya, kondisi ekonomi yang dinamis sepanjang tahun 2025 turut memengaruhi daya beli masyarakat sehingga berdampak pada penurunan transaksi jasa kurir.

Meski demikian, SAPX mampu menjaga kinerja operasional sehingga laba usaha meningkat menjadi Rp10,11 miliar atau naik 29,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami telah melakukan berbagai langkah efisiensi sejak kuartal kedua hingga akhir tahun 2025 sehingga mampu menjaga profitabilitas perusahaan di tengah penurunan pendapatan,” ujar Zainal.

Dari sisi aset, SAPX mencatat total aset sebesar Rp410,13 miliar pada tahun 2025, meningkat 6,39 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp385,88 miliar. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan valuasi investasi jangka panjang serta pembayaran uang muka sewa kantor cabang.

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat mengalami penurunan 24,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya bunga selama tahun 2025.

Berdasarkan segmentasi layanan, kontribusi pendapatan terbesar masih berasal dari layanan Cash on Delivery (COD) sebesar 58,59 persen, diikuti layanan reguler sebesar 33 persen. Sisanya berasal dari layanan warehouse dan cash agent retail.

Dari sisi industri pelanggan, sektor e-commerce masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 30 persen. Selanjutnya sektor perbankan dan institusi keuangan menyumbang sekitar 20 persen, dengan pelanggan utama antara lain Bank BRI, Bank Mandiri, BTN, dan BNI. Selain itu, sektor FMCG dan farmasi juga menjadi penyumbang pendapatan perseroan.

SAPX saat ini telah memiliki jaringan operasional yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Kontribusi pendapatan terbesar masih berasal dari wilayah Jabodetabek sebesar 81,48 persen, disusul Jawa-Bali, Sulawesi, dan Indonesia Timur.

Selain memaparkan kinerja keuangan, perseroan juga menyampaikan sejumlah penghargaan yang berhasil diraih sepanjang tahun 2025. SAPX memperoleh penghargaan sebagai Best Logistics Partner 2025 dari Everpro, platform penyedia solusi integrasi bagi UMKM dan pelaku bisnis online.

Perusahaan juga menerima penghargaan Operational Excellence dalam ajang Supplier Day Indonesia serta penghargaan Best Courier Partner 2025 dari DHL, salah satu perusahaan logistik terkemuka dunia.

Manajemen SAPX optimistis berbagai langkah efisiensi dan penguatan layanan yang telah dilakukan akan menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tantangan industri logistik yang semakin kompetitif.

Penulis: Supriyadi Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *