Tak Hanya Tinju, Pattimura Big Fight Usung Transformasi Digital Event Olahraga

Tak Hanya Tinju, Pattimura Big Fight Usung Transformasi Digital Event Olahraga

Jakarta — Menjelang perhelatan Pattimura International Big Fight 2026, optimisme tinggi mengemuka dari jajaran promotor dan panitia. Dalam wawancara eksklusif di Studio TVRI, event ini diposisikan bukan sekadar ajang olahraga, melainkan titik balik kebangkitan tinju Indonesia—khususnya dari kawasan timur.

Ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei 2026 ini disebut telah mencapai tahap kesiapan matang.

Promotor utama, Nikolas Johan Kilikily, SH.,MH menegaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan hampir rampung.

“Kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa persiapan telah mencapai 90 persen. Kini tinggal menunggu momentum pelaksanaan yang akan menjadi sorotan nasional dan internasional,” ujarnya. Jumat (17/4)

Bagi Niko, nama “Pattimura” bukan sekadar simbol, tetapi representasi nilai perjuangan.

“Ini bukan sekadar pertandingan tinju. Ini adalah gerakan kebangkitan. Kami ingin melahirkan kembali figur-figur besar—Pattimura-Pattimura baru, bahkan Ellyas Pical berikutnya, dari seluruh Indonesia,” tegasnya.

Co-promotor, Yance Rahayaan, S.sos menilai ajang ini sebagai ruang strategis untuk mengorbitkan talenta muda agar mampu bersaing di level internasional.

Di sisi teknis, Basuki, S.H., M.M., M.H., yang turut bergabung dalam struktur kepanitiaan bersama Drs. Simon SC Kitono, S.H., M.H., M.B.A., C.L.A, mengakui bahwa keterlibatan mereka merupakan tantangan baru yang penuh dinamika.

Namun demikian, dalam waktu relatif singkat, tim berhasil melakukan konsolidasi intensif lintas sektor.

“Dalam waktu kurang lebih satu bulan, kami bergerak cepat dan kini kesiapan sudah mencapai 90 persen,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu sponsor Beck Stevie, Bsc IT. menyoroti pentingnya dukungan teknologi dalam penyelenggaraan event modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *