Porosnusantara.co.id |Rokan Hilir — Masyarakat petani di Kepenghuluan Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, kini tengah menghadapi kesulitan serius. Lahan persawahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka mengalami kekeringan, membuat para petani tidak dapat menanam padi seperti musim-musim sebelumnya. Akibatnya, bibit padi yang telah disemai banyak yang mati karena tidak mendapat pasokan air.
Kondisi ini membuat masyarakat khawatir, sebab jika tidak segera ada penanganan, mereka akan kehilangan sumber pendapatan utama. Beberapa petani menyebut bahwa kekeringan sudah berlangsung selama beberapa minggu, sementara tidak adanya saluran irigasi di wilayah tersebut membuat kondisi semakin sulit

“Kami sudah mencoba menanam, tapi bibitnya mati semua karena tanah kering. Air susah, parit juga tidak mengalir lagi,” ungkap salah seorang petani Teluk Piyai dengan nada kecewa.
Para petani berharap Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir dapat segera memberikan solusi nyata. Mereka menilai bahwa bantuan bibit baru dan saluran irigasi menjadi langkah mendesak agar kegiatan bercocok tanam bisa kembali berjalan.
“Kami hanya ingin bisa menanam lagi. Kalau bisa, ada bantuan bibit dan air bisa masuk ke sawah kami,” tambah petani lainnya.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya peninjauan langsung dari pihak pemerintah daerah untuk melihat kondisi lapangan. Kekeringan ini tidak hanya berdampak pada gagal tanam, tetapi juga mengancam ketahanan pangan lokal di wilayah Kubu dan sekitarnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian diharapkan dapat melakukan pendataan dan evaluasi kondisi sawah di Kepenghuluan Teluk Piyai, agar solusi yang diambil tepat sasaran dan cepat terealisasi.






