Porosnusantara.co.id Kabupaten Bekasi — Potret miris dunia pendidikan kembali mencuat. Gedung SDN Muara Bakti 02, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, tampak dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ruang kelas terlihat kusam dan terkesan tidak terpelihara meski bangunan dari luar tampak masih layak pakai.
Pantauan awak media di lokasi pada Selasa (14/10/2025) memperlihatkan dinding sekolah yang catnya memudar dan tidak terawat. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat pemerintah telah mengucurkan dana pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah pada tahun 2024 sebesar Rp4.830.000 dan pada tahun 2025 sebesar Rp2.000.000.
Namun sangat disayangkan, dana tersebut tampak belum berdampak nyata terhadap kondisi sekolah. Dinding kelas tetap kusam dan tidak mengalami perbaikan berarti.
Salah satu guru, Sri, mengaku tidak mengetahui secara pasti penggunaan dana BOS yang diperuntukkan bagi perawatan sarana dan prasarana sekolah.
“Saya tidak mengetahui, Bang, soal anggaran dana BOS untuk perawatan seperti cat dinding. Hal tersebut hanya kepala sekolah, operator, dan bendahara yang tahu. Selebihnya saya tidak tahu, no comment,” ujar Guru Sri.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam pengelolaan dana BOS untuk perawatan sekolah, dan menyarankan agar hal tersebut ditanyakan langsung kepada kepala sekolah, operator, maupun bendahara.
Kondisi Gedung SDN Muara Bakti 02 ini kini menjadi sorotan publik sebagai salah satu potret terburuk dalam pengelolaan pendidikan di Kabupaten Bekasi.
Masyarakat pun berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi serta Inspektorat dapat segera melakukan audit terhadap penggunaan Dana BOS Tahun 2024–2025, agar transparansi dan tanggung jawab pengelolaan dana publik benar-benar terwujud.






