Setelah Rumah Dijarah, Sahroni dan Nafa Urbach Dicopot NasDem dari DPR RI

pernyataan resmi dari DPP PAN

Porosnusantara.co.id- Jakarta |

Gelombang protes yang meledak sejak 28 Agustus 2025 terus menimbulkan dampak politik. Awalnya, massa turun ke jalan menuntut keadilan atas meninggalnya driver ojol bernama Affan. Namun seiring berjalannya waktu, aksi itu bergeser menjadi kritik tajam terhadap gaya hidup dan tunjangan anggota DPR RI.

Rumah anggota DPR Ahmad Sahroni di Tanjung Priok sempat diserang dan dijarah. Beberapa hari kemudian, giliran rumah presenter sekaligus legislator Uya Kuya yang dibakar massa di kawasan Duren Sawit. Situasi semakin memanas setelah pernyataan kontroversial sejumlah anggota DPR kian menyulut kemarahan publik.

Salah satunya adalah Ahmad Sahroni. Politisi NasDem itu menyebut demonstran yang merusak fasilitas publik sebagai “orang tolol sedunia.” Ucapan tersebut menuai kecaman luas dan dinilai tidak mencerminkan empati terhadap keresahan rakyat.

Tak berhenti di situ, rekan separtainya, Nafa Urbach, juga ikut terseret sorotan setelah mengomentari tunjangan rumah jabatan DPR. Di tengah isu transparansi anggaran, komentarnya dianggap tidak sensitif dan malah menambah bara di tengah krisis kepercayaan publik.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, akhirnya mengambil langkah tegas. Pada Minggu malam (31/8), ia mengumumkan bahwa mulai 1 September 2025 Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI dari Fraksi NasDem.

“Pernyataan mereka mencederai aspirasi rakyat dan tidak sesuai dengan garis perjuangan partai. NasDem harus tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” tegas Surya Paloh.

Sekretaris Jenderal NasDem, Hermawi Taslim, menambahkan bahwa keputusan ini juga sebagai bentuk tanggung jawab moral partai di tengah gelombang protes dan meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap legislatif.

Penonaktifan ini menjadi titik balik serius bagi kedua figur tersebut. Ahmad Sahroni, yang dikenal sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok,” kini kehilangan kursinya di Senayan. Sementara itu, Nafa Urbach, yang sebelumnya duduk di Komisi IX DPR RI, juga harus menerima konsekuensi politik atas ucapannya.

Gelombang unjuk rasa 28 Agustus hingga akhir Agustus tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik seperti halte terbakar, mobil dibakar, dan rumah legislator dijarah. Aksi itu kini juga telah menjatuhkan karier politik beberapa nama besar di parlemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *