Jakarta – porosnusantara.co.id
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa (23/7/2024) menyatakan bahwa ada risiko tinggi penyebaran virus polio di Jalur Gaza dan di luar perbatasannya karena situasi kesehatan dan sanitasi yang mengerikan di daerah kantong Palestina yang dilanda perang.
Ayadil Saparbekov, ketua tim untuk keadaan darurat kesehatan di WHO di Gaza dan Tepi Barat, mengatakan bahwa virus polio tipe 2 yang berasal dari vaksin telah diisolasi dari sampel lingkungan dari limbah di Gaza.
“Ada risiko tinggi penyebaran virus polio yang berasal dari vaksin di Gaza, tidak hanya karena deteksi tetapi juga karena situasi sanitasi air yang sangat buruk,” katanya kepada wartawan di Jenewa dikutip dari Reuters.
“Hal ini juga dapat menyebar ke dunia internasional, pada titik yang sangat tinggi,” Saparbekov mengatakan bahwa para pekerja WHO dan UNICEF dijadwalkan tiba di Gaza pada hari Kamis (25/7/2024) untuk mengambil sampel tinja manusia sebagai bagian dari pengujian risiko terkait penemuan virus tersebut.
Dia berharap pengujian sampel akan selesai pada akhir minggu ini, agar para pejabat kesehatan segera mengeluarkan rekomendasi.
“Termasuk perlunya kampanye vaksinasi massal serta jenis vaksin apa yang harus digunakan dan kelompok usia berapa yang perlu divaksinasi,” tambahnya.
Polio yang menyebar terutama melalui jalur fecal-oral atau penularan dari tinja ke mulut, adalah virus yang sangat menular yang dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan.
Penyakit ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Militer Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan mulai menawarkan vaksin polio kepada tentara yang bertugas di Jalur Gaza setelah sisa-sisa virus polio yang menular ditemukan dalam sampel tes di daerah kantong pantai.






