Pasar Energi Global Panas, Bahlil Tegaskan BBM Indonesia Tak Pilih-Pilih Asal Ada

Bahlil Lahadalia Menteri ESDM

Porosnusantara.co.id |Jakarta, 7 April 2026 — Kondisi pasar energi global saat ini makin kompetitif dan penuh ketidakpastian, mendorong negara‑negara untuk berebut pasokan bahan bakar minyak (BBM) demi menjaga stabilitas ekonomi dan kebutuhan dalam negeri. Perang di Timur Tengah serta masalah logistik di selat‑selat utama pengiriman minyak membuat harga dan ketersediaan energi menjadi isu strategis bagi banyak negara di Asia, termasuk Indonesia.

Berbagai negara di Asia kini saling bersaing untuk mendapatkan pasokan minyak mentah, terutama saat sejumlah jalur pasokan tradisional terancam gangguan karena konflik internasional. Dalam situasi seperti ini, pemerintah Indonesia menilai fleksibilitas dalam mencari mitra pasokan energi menjadi penting.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia membuka opsi untuk mengimpor BBM dari berbagai negara demi menjamin pasokan dalam negeri tetap aman di tengah persaingan global yang ketat.

“Kita sekarang dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini kan pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM. Jadi jangan kita milih‑milih sekarang. Kita dari negara mana saja yang penting ada,”
ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Pernyataan Bahlil itu muncul saat pemerintah mulai mempertimbangkan alternatif pasokan minyak mentah, termasuk kemungkinan impor dari Rusia, di tengah dinamika pasar dan persaingan harga yang tinggi antara pembeli internasional.

Bahlil menekankan bahwa prioritas pemerintah adalah memastikan ketersediaan BBM nasional, sehingga pilihan negara asal pasokan tidak dibatasi. Langkah ini juga sekaligus menjadi strategi diversifikasi sumber energi untuk menghadapi gejolak global yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *