Jakarta, Poros Nusantara – Listrik memang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Setiap hari kita membutuhkan listrik guna menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Namun, apa jadinya jika Anda sedang menggunakan peralatan listrik, tiba-tiba listriknya mati alias njegleg. Ini tentunya akan membuat Anda merasa kesal. Setelah ditelusuri ternyata daya yang kita dapatkan dari PLN tidak semuanya digunakan seluruhnya karena cost fee nya buruk. “Apa yang dimaksud cost fee? Cost fee adalah adalah faktor daya. Kalau cost fee nya buruk, maka play PLN total daya yang kita memiliki tidak sepenuhnya, seperti total daya 1300 tidak bisa digunakan sebanyak itu, paling daya yang terpakai 1000 atau 1100 sehingga sering turun atau yang dikenal njeglek, tutur Edi Swandi, Direktur Utama PT. Sains Solusi Global (SSG), di ruang kerjanya di Jakarta. (28/09/2018).
Menurut Edi ada 3 fungsi alat penghemat listrik Enter Indonesia yang diproduksi PT. SSG, diantaranya, pertama memperbaiki cost fee. “Kedua, meminimalisasi star awal, atau menghilangkan star awal. Sebagaimana kita tahu star awal adalah lonjakan arus yang sangat besar ketika konsumen listrik menghidupkan peralatan listrik yang besar dayanya,” ujar Edi.
Lalu, fungsi ketiga yaitu menghilangkan daya semu. Perlu Anda ketahui, daya semu adalah satu daya atau arus boros yang berada di sapanjang kabel dan sudah mengambil saldo dari KWh kita bayar, tetapi sesungguhnya tidak digunakan.
Nah, bagaimana cara membuktikan cara kerja alat ini? Dalam menguji alat ini, caranya cukup mudah yaitu dengan menyediakan 5 buah neon. “Dari sini kita bisa mengetahui berapa yang terpakai atau yang harus dibayar melalui alat Tang Amper,” kata Edi.






