Jakarta, Poros Nusantara – Dalam rangka meningkatkan investasi dan menjangkau pasar yang lebih luas, sejumlah pengusaha asal China menggelar pameran di Jakarta yang dikemas Indonesia International Electronic & Smart Appliances Expo 2018, di JIExpo Kemayoran, Jakarta (13-15/09/2018). Mereka menampilkan produk-produk terbaru dan tercanggih, mulai dari peralatan Elektronik Konsumen, Ponsel & Aksesorinya, Jaringan dan Aksesoris Komputer, Elektronik Dalam Mobil, Produk Keamanan & Rumah Pintar, Produk Hemat LED & Energi, Peralatan Rumah Tangga hingga Peralatan & Komponen Elektronik. Negara Tirai Bambu itu, secara khusus membawa pengusaha asal Provinsi Shundex yang memang sudah dikenal industrinya maju.
Ajang pamer teknologi terbaru ini, tidak disiakan-siakan oleh Ir. Soegiharto Santoso, Ketua Umum Aptiknas (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional) untuk menggaet para pengusaha asal China berinvestasi di dalam negeri. “Mereka sudah datang kesini dua kali untuk melihat pangsa pasarnya. Tentu kalau potensi pasarnya besar, saya kira mereka berani membuka pabrik dan menginvestasikan dananya disini sehingga akan membuka peluang kerja dan alih teknologi, “ ujarnya.
Menurut Soegiharto, menghadapi persaingan produk dari luar negeri, semestinya dijadikan mitra, bukan pesaing, pasalnya mereka punya produk, sedangkan Indonesia punya pasar. “Mereka mensuplay produknya, kami memasarkan. Karena kita belum bisa memproduksi teknologi informasi sendiri dan juga penunjang industri masih minim, jadi mau nggak mau harus jadi mitra terlebih dulu, “ ujarnya.
Lebih lanjut, Soegiharto menjelaskan produk lokal saat ini sangat terjepit ditengah persaingan karena kurang pergerakannya, seperti brand axio, advan, xyrex. Mungkin brandnya masih ada, tapi kondisi persaingan usahanya agak tertekan. “Kami berharap dengan adanya pameran ini, vendor-vendor dari China bersedia menginvestasikan untuk membuat industri. Sebagaimana yang disarankan Pak Martin (Selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri RI) untuk bermitra karena dari sisi industry kita sangat lemah, ditambah dengan produk IT tertinggal jauh,” lanjutnya.






