Perlu diketahui Aptiknas sudah memiliki 2000 anggota yang tersebar di 24 daerah, dari mulai Aceh hingga Papua. Sehingga ajang ini sangat baik sekali untuk menjembatani para pengusaha asal China dan para pengusaha yang tergabung dalam Aptiknas terutama yang berasal dari daerah dalam bermitra bisnis dengan membangun pabrik di dalam negeri. Dengan begitu, maka akan banyak menyerap tenaga kerja sekaligus alih teknologi informasi.
Awalnya, asosiasi ini berupa gabungan para pengusaha di bidang komputer, berhubung dengan perkembangan Teknologi Informasi yang kian melesat, baru kemudian berkembang menjadi asosiasi produk Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) misalnya CCTV untuk security, Cloud yang bisa menghemat. “Jadi sangat variatif sekali produk kumputer dan internetnya. Semua pengusaha yang bergerak di bidang teknologi informasi bergabung bersama kami,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan, John Mantopo, Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) bahwa produk yang dipamerkan merupakan produk elektronik tapi lebih canggih. “Jadi, kita harus bisa meniru apa yang mereka buat. Apalagi ada kenaikan biaya impor sampai 10 persen, jadi kesempatan untuk buka pabrik disini,” kata John Mantopo.
Laporan : Windarto






