Ketua Asosiasi Penangkar Benih Kentang Jawa Barat, Aceng Hasan Muttaqien mengaku terkesan dengan cara kerja dan strategi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mengembangkan agribisnis kentang di tanah air. Gebrakan-gebrakan Menteri Pertanian memacu produksi dan ekspor diakui banyak memberi dampak positif bagi para petani dan penangkar kentang di dalam negeri.
“Kami sangat berterimakasih kepada Pak Menteri Amran Sulaiman dan jajarannya, yang berani stop impor kentang sayur termasuk benihnya. Kebijakan cerdas dan strategis tersebut membuat para pelaku perbenihan kentang di tanah air menjadi semakin bergairah. Petani juga lebih mudah mendapatkan benih dengan harga terjangkau. Dampaknya tentu saja produksi nasional meningkat,” demikian ditegaskan Hasan di Bandung, Jumat (5/7/2019).
“Terbukti negara kita sudah swasembada kentang konsumsi alias kentang sayur sejak 2018 lalu, hebat!,” tambah dia.
Hasan menuturkan setelah kentang sayur berhasil swasembada, pekerjaan rumah (PR) selanjutnya adalah mewujudkan swasembada kentang industri. Para penangkar siap mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada kentang industri yang ditargetkan tercapai tahun 2020.
“Kami para penangkar di Jawa Barat sudah mulai kembangkan berbagai varietas kentang industri seperti Blis, Median dan Sangkuriang. Kalau untuk jenis kentang Atlantik memang masih impor, saat ini masih dipegang dan dikembangkan oleh industri besar yang bergerak di olahan makanan,” tuturnya.
Mengapa demikian? Hasan menjelaskan karena mewujudkan swasembada kentang industri tersebut membutuh proses karena ini menyangkut perubahan pola produksi dan tata niaga. Namun demikian, ia optimis bisa capai swasembada.
“Apalagi kalau Kementerian Pertanian dipimpin sosok tangguh seperti Pak Amran. Produksi kentang industri cepat kita pacu hingga surplus,” jelasnya.






