Mitigasi Jangka Panjang Disiapkan
Badan Geologi Kementerian ESDM pada 5 Oktober 2026 mendorong pembangunan sistem peringatan dini terpadu dan sabo dam untuk mengurangi risiko banjir bandang di kawasan Arosuka.
Badan Geologi juga merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Apabila hasil kajian menunjukkan lokasi berada di jalur aliran utama atau zona pengendapan material, relokasi bertahap ke lokasi yang lebih aman dapat menjadi salah satu langkah mitigasi jangka menengah dan panjang.
Sementara itu, BNPB melalui UPT BNPB di Kota Padang memberikan dukungan awal berupa 100 kilogram beras, 50 paket sembako, lima dus minyak goreng, 10 dus sarden, sekitar 100 lembar selimut dan 20 dus air mineral.
Sekretaris Utama BNPB bersama dua direktur BNPB dan Tim Reaksi Cepat juga memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam asesmen lapangan, kebutuhan operasi darurat, dukungan posko serta konsolidasi data.
Penanganan bencana Arosuka kini tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan dampak darurat, tetapi juga memastikan pemulihan kehidupan masyarakat dan memperkuat mitigasi guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Solok memperpanjang masa tanggap darurat hingga 12 Oktober 2026 untuk memastikan proses penanganan dan kesiapsiagaan tetap berjalan.






