Karena itu, kekuasaan seharusnya tidak menjadi jarak antara pemimpin dan rakyat. Kekuasaan justru harus menjadi alat untuk menghadirkan pelayanan, keadilan dan kesejahteraan.
August Hamonangan: Jakarta Rumah Bersama
Sementara itu, August Hamonangan, anggota DPRD DKI Jakarta, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, Jakarta merupakan ruang bertemunya berbagai aktivitas masyarakat, baik sosial, ekonomi, budaya maupun kemasyarakatan.
Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, August menyampaikan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Jakarta.
Perdamaian Harus Dimulai dari Keadilan Sosial
Dialog tersebut akhirnya membawa pesan yang lebih luas: perdamaian tidak cukup hanya dengan seruan. Perdamaian harus mempunyai wajah sosial.
Ketika masyarakat memperoleh keadilan, ketika hukum dipercaya, ketika pemimpin menjalankan amanah, ketika perbedaan tidak dijadikan alasan untuk saling bermusuhan dan ketika kekayaan bangsa dikelola untuk kepentingan rakyat, maka di situlah perdamaian memiliki bentuk yang nyata.
Kitab MA HA IS MA YA dalam forum tersebut ditempatkan sebagai bahan refleksi untuk merajut kemanusiaan, merawat perdamaian dan membangun masa depan bersama. Agenda dialog ini sebelumnya memang dipersiapkan sebagai ruang untuk membicarakan pesan kemanusiaan dan perdamaian.
Sebab pada akhirnya, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang memiliki pemimpin berkuasa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang melahirkan pemimpin yang mampu mengatakan: ketika rakyat menderita, saya pun ikut merasakan; ketika bangsa membutuhkan pengorbanan, saya berada di depan.






