Dalam materinya, ia menjelaskan tiga langkah utama yang harus dilakukan, yaitu memastikan keamanan diri sebelum menolong korban agar terhindar dari risiko arus lalu lintas, segera melakukan panggilan darurat kepada tenaga medis atau pihak berwenang, serta memeriksa respons korban dengan memanggil atau menepuk bahu secara perlahan untuk mengetahui tingkat kesadaran.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan karena materi yang disampaikan aplikatif dan relevan dengan kondisi di lapangan.
Layanan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, konsultasi medis, serta pemberian obat sesuai indikasi, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan para mitra dan masyarakat.
Salah satu warga yang ikut dalam kegiatan tersebut , Dodi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat membantu anggota komunitas, tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga dalam peningkatan kapasitas dan pengetahuan.
Ia menilai pelatihan PPGD menjadi bekal penting masyarakat agar tidak salah langkah saat memberikan pertolongan pertama di lokasi kecelakaan.
“Kami sangat berterima kasih. Pengobatan gratis ini sangat membantu keluarga kami, dan pelatihan PPGD ini menjadi bekal penting bagi kami agar tidak salah langkah saat memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan di jalanan,” pungkasnya.






