Kondisi jalan yang rusak parah ini menimbulkan dampak berantai yang sangat berat bagi masyarakat Desa Batu Tiga:
• Saat musim kemarau, jalur sungai surut sehingga perahu tidak bisa lewat, masyarakat terpaksa sepenuhnya bergantung pada jalan darat yang rusak
• Harga kebutuhan pokok melonjak tinggi karena biaya angkut menjadi mahal dan sulit
• Akses pelayanan kesehatan terhambat, pasien sakit maupun ibu hamil sulit dirujuk ke rumah sakit
• Hasil pertanian warga sulit dipasarkan ke luar desa
• Anak sekolah kesulitan berangkat pulang dengan aman dan nyaman
Totononu meminta Gubernur Kalbar, Bupati Kapuas Hulu beserta jajarannya, serta seluruh anggota DPRD Kapuas Hulu untuk:
1. Segera turun ke lapangan melihat langsung kondisi jalan tersebut, jangan hanya mengandalkan laporan di meja kerja
2. Masukkan ruas jalan Nanga Dua–Batu Tiga ke dalam prioritas anggaran tahun berikutnya, baik melalui APBD Kabupaten maupun APBD Provinsi
3. Jangan lagi menggunakan alasan efisiensi anggaran sebagai alasan untuk tidak membangun infrastruktur di wilayah yang selama ini tertinggal
4. Melakukan perencanaan yang adil dan merata, sesuai asas kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Kalimantan Barat tanpa terkecuali
“Kami adalah warga negara yang sama, membayar pajak yang sama, dan berhak atas pelayanan yang sama. Jangan biarkan kesenjangan pembangunan ini terus melebar. Jalan yang baik adalah hak kami, bukan hadiah yang harus kami mohon-mohon setiap tahun,” tegas penutup pernyataan Bill Clinton Totononu SH.
Hingga berita ini disampaikan, masyarakat Desa Batu Tiga masih menunggu respon resmi dari pihak pemerintah daerah maupun provinsi, dengan harapan suara mereka didengar dan segera ditindaklanjuti secara nyata.






