Aris Sanda, Sopir Travel yang Tewas Dibunuh Kelompok Bersenjata di Papua

 
 

Polisi Temukan Selongsong Peluru

Polres Jayawijaya bersama Brimob Yon B, Satgas Operasi Damai Cartenz, dan Satgas Habema kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari lokasi kendaraan ditemukan satu butir selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter. Polisi juga menemukan tas berisi dokumen milik korban berupa SIM A dan STNK kendaraan.

 

Di lokasi yang diduga menjadi tempat pencegatan korban, sekitar empat kilometer dari lokasi kendaraan ditemukan, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya pecahan spion kendaraan, mikrofon radio komunikasi, satu kantong plastik berisi kue donat, serta tiga buah karet ban dalam.

Jenazah Aris selanjutnya dievakuasi ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan medis. Polisi menyatakan penyelidikan dan penyidikan masih dilakukan, termasuk upaya mengejar pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Polisi Tegaskan Aris Bukan Intelijen

Di tengah kasus tersebut, muncul klaim dari pihak kelompok bersenjata yang menuding Aris sebagai anggota intelijen.

Satgas Humas Operasi Damai Cartenz membantah tudingan tersebut. Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menegaskan Aris merupakan warga sipil yang bekerja sebagai sopir lajuran.

Menurut Yusuf, Aris telah menjalani profesinya sebagai sopir selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut. Polisi menyebut informasi yang mengaitkan Aris dengan aparat intelijen sebagai hoaks.

Aris Dikenal Melayani Transportasi dan Logistik Warga

Koops TNI Habema menyebut Aris selama ini menjalankan aktivitas sebagai pengemudi yang melayani transportasi masyarakat sekaligus membawa logistik menuju wilayah pedalaman.

Jalur Wamena menuju wilayah pedalaman menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, insiden yang menewaskan Aris juga mendapat perhatian aparat keamanan.

Koops TNI Habema menyatakan akan terus melakukan penanganan terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat serta mendukung proses penegakan hukum untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Hingga Kamis (17/9/2026), proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk identitas dan keberadaan para pelaku serta motif di balik pembunuhan Aris Sanda.

 
Penulis: Redaksi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *