“Kecepatan konfirmasi menjadi penting untuk mencegah simpang siur informasi dan hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan. Kami berharap media dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi yang faktual kepada masyarakat,” katanya.
Pertemuan tersebut juga membahas pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan keamanan dan patroli di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota. Evaluasi diperlukan agar pola pengamanan dapat berjalan efektif dan menyesuaikan dengan dinamika serta kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, keterbukaan informasi tetap harus memperhatikan batasan terhadap informasi yang bersifat sensitif, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan keamanan maupun proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
Putu juga mengajak insan pers untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Bekasi melalui pemberitaan yang informatif, faktual, dan bertanggung jawab.
“Kami mengajak seluruh rekan media untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Bekasi. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kolaborasi media sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan informasi yang benar dan mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menyambut baik komitmen Kapolres Metro Bekasi Kota dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan insan pers.
Ade menegaskan bahwa kemitraan antara pers dan kepolisian harus dibangun secara profesional dengan tetap menghormati tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing. Bagi insan pers, independensi jurnalistik, verifikasi, keberimbangan, serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ) tetap menjadi prinsip utama dalam menjalankan tugas profesi.
“Kami menyambut baik komitmen Kapolres Metro Bekasi Kota untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan insan pers. PWI Bekasi Raya siap menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi independensi pers, verifikasi, keberimbangan, dan Kode Etik Jurnalistik,” kata Ade.






