81 Tahun Indonesia Merdeka, Obi Masih Terpinggirkan: DPRD Soroti Infrastruktur, Tokoh Masyarakat Kritik Diamnya Negara

Akses Woi–Sum Masih Menjadi Persoalan Sorotan juga diarahkan terhadap kondisi Kecamatan Obi Timur. Yulianto menyebut masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses jalan darat, khususnya jalur yang menghubungkan Woi menuju Sum.
“Kecamatan Obi Timur, masyarakat belum merasakan akses jalan, terutama akses ke Woi ke Sum,” tutur Yulianto.

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi semakin berat ketika memasuki musim selatan karena gelombang tinggi dapat menghambat aktivitas transportasi laut.
“Kalau musim selatan, musim ombak, itu sangat sulit, sangat susah untuk bisa ke kecamatan. Tentu jalan yang mereka butuhkan,” katanya.

Yulianto berharap rencana pengembangan kawasan Obi yang disebut akan berjalan pada 2028 dapat benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam pembangunan jaringan jalan dan konektivitas antarwilayah.

Kritik lebih keras datang dari Jefry Daeng, SH, tokoh masyarakat Obi Selatan. Menurut Jefry, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mengevaluasi secara serius kondisi masyarakat Obi.

Jefry mempertanyakan bagaimana mungkin wilayah yang dikenal memiliki sumber daya alam strategis, khususnya komoditas nikel, masih menghadapi persoalan mendasar seperti akses jalan, transportasi, dan pelayanan dasar.

“Masyarakat Obi sampai hari ini belum menikmati secara maksimal hasil pembangunan di daerahnya. Padahal Obi memiliki sumber daya alam yang besar. Kalau pemerintah serius, pembangunan infrastruktur dasar di Obi seharusnya bukan sesuatu yang sulit untuk diwujudkan,” tegas Jefry.

Ia juga menyoroti ketidakjelasan pembangunan Jalan Lingkar Obi yang selama ini menjadi harapan masyarakat untuk membuka konektivitas antarwilayah di pulau tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *