Haedar mencontohkan lagu Sang Surya, seni drum band, hingga bela diri Tapak Suci sebagai bagian dari identitas Muhammadiyah yang telah memperkuat solidaritas warga persyarikatan dan dikenal hingga mancanegara.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak Muhammadiyah memperkuat kolaborasi dalam memajukan kebudayaan nasional. Ia mengatakan, berdirinya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian tersendiri menjadi momentum untuk mempercepat berbagai program pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia.
Mengutip Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945, Fadli menegaskan bahwa negara memiliki mandat konstitusional untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin masyarakat memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya.
Menurut dia, Indonesia merupakan negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa. Saat ini tercatat lebih dari 2.700 warisan budaya tak benda, 743 cagar budaya nasional, serta ratusan museum yang menjadi modal budaya bangsa.
Berrbagai temuan arkeologi terbaru yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban dunia, mulai dari lukisan gua tertua di dunia di Pulau Muna hingga temuan artefak Islam awal di Bongal, Tapanuli Tengah, yang menunjukkan Islam telah hadir di Nusantara sejak abad ke-7 Masehi.
Ia menilai temuan-temuan tersebut membuka ruang kajian baru mengenai sejarah peradaban Indonesia sekaligus memperkuat narasi bahwa Indonesia memiliki warisan budaya yang sangat tua.
Dalam kesempatan itu, Fadli menegaskan tidak ada pertentangan antara Islam dan kebudayaan, imbuhnya.
Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa dakwah Islam di Nusantara berkembang melalui dialog budaya, akulturasi, dan pendekatan seni tanpa meninggalkan nilai-nilai tauhid.






