Diduga Langgar Mekanisme Distribusi LPG 3 Kg, Warga Bilato Keluhkan Uang Dikumpulkan Sebelum Gas Tiba di Pangkalan

Porosnusantara.co.id | GORONTALO – Dugaan praktik pelayanan yang dinilai tidak sesuai dengan mekanisme penyaluran LPG subsidi 3 kilogram kembali mencuat. Kali ini sorotan datang dari masyarakat Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, yang mengeluhkan sistem pelayanan di salah satu pangkalan LPG 3 kg yang diduga memberatkan warga penerima manfaat.

Berdasarkan keterangan seorang narasumber berinisial M.I. kepada media melalui sambungan WhatsApp pada Rabu, 22 Juli 2026, pemilik pangkalan diduga lebih dahulu mengumpulkan uang dari masyarakat sekitar satu minggu sebelum tabung gas subsidi tiba di pangkalan.

Menurut narasumber, masyarakat yang telah menyerahkan uang lebih awal akan tetap tercatat sebagai calon penerima tabung gas. Namun, persoalan muncul ketika ada warga yang mengaku belum memiliki uang pada saat pendataan dilakukan.

“Kalau ada masyarakat miskin yang mengatakan belum punya uang, namanya diduga langsung diganti dengan orang lain yang sudah memiliki uang,” ungkap narasumber.

Praktik tersebut, apabila benar terjadi, dinilai bertentangan dengan semangat penyaluran LPG 3 kilogram yang seharusnya mengutamakan masyarakat miskin dan kelompok yang memang berhak menerima subsidi pemerintah.

Kebijakan mengumpulkan uang jauh sebelum barang tersedia juga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan dasar aturan yang memperbolehkan pembayaran dilakukan sebelum tabung LPG tiba di pangkalan.

Masyarakat berharap distribusi LPG subsidi dilaksanakan secara transparan, adil, dan tidak menimbulkan kesan bahwa hanya mereka yang mampu menyediakan uang lebih awal yang dapat memperoleh haknya. Sebab, tujuan utama program subsidi energi adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah, bukan justru menyulitkan mereka.

Penulis: Ahmad TuliabuEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *