Ia mengakui bahwa setiap rumah sakit, baik tipe A, B, C, maupun D, memiliki tantangan dan kekurangan masing-masing. Namun, hal tersebut tidak boleh mengurangi semangat untuk terus melakukan perbaikan demi meningkatkan mutu pelayanan.
“Kita mungkin belum sempurna, tetapi yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat terus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” katanya.
Sebagai landasan pelayanan, RS ASM terus mengusung motto “Ramah, Cepat, Tepat, Ikhlas.” Menurutnya, nilai ramah dan ikhlas mencerminkan budaya pelayanan, sedangkan cepat dan tepat merupakan bentuk profesionalisme yang harus dimiliki seluruh tenaga kesehatan.
“Perpaduan antara budaya dan profesionalisme itulah yang menjadi kekuatan rumah sakit ini. Melayani dengan santun, penuh empati, dan profesional harus menjadi pedoman bersama,” tuturnya.
Dr. Ali juga mengapresiasi berbagai tokoh dan pemangku kepentingan yang selama ini mendukung pengembangan layanan kesehatan di Jakarta Selatan. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, yang dinilai memiliki kontribusi besar melalui pembangunan RSUD Pasar Minggu sebagai fasilitas kesehatan penting bagi masyarakat Jakarta Selatan.
Selain itu, ia menyoroti tantangan pelayanan kesehatan di tengah tingginya jumlah pasien peserta BPJS Kesehatan yang saat ini mencapai sekitar 90 persen dari total pasien yang dilayani rumah sakit.
Menurutnya, efisiensi dan pengelolaan rumah sakit yang baik harus terus dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kendala administratif maupun pembiayaan tidak boleh menghambat pelayanan kepada pasien.
“Apa pun kondisinya, pelayanan harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.






