PHI Alam Lestari dan Agasco Ltd Teken MoU Pengembangan Proyek Berkelanjutan

Indonesia sendiri dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi karbon dunia, mengingat luasnya kawasan hutan tropis yang berpotensi menghasilkan kredit karbon berbasis alam.

CEO PHI Alam Lestari, Donny Pur, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun model bisnis kawasan yang memadukan konservasi lingkungan, pariwisata alam, dan ekonomi karbon.

“Indonesia memiliki kekayaan ekosistem yang luar biasa. Kolaborasi dengan Agasco membuka peluang agar pengelolaan kawasan tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menghasilkan nilai karbon dan keberlanjutan yang diakui secara global,” ujarnya, didampingi oleh komisaris PHI Alam Lestari Ananta Agung Junaedy.

PHI Alam Lestari selama ini mengembangkan sejumlah kawasan berbasis ekosistem dan pariwisata alam di berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera.

Menurut Donny, kerja sama tersebut diharapkan dapat melahirkan model pengelolaan kawasan hijau yang mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Ben Atkinson menilai Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi karbon terbesar di dunia.

“Indonesia memiliki modal alam yang sangat kuat. Melalui kemitraan dengan PHI Alam Lestari, kami ingin mengembangkan proyek karbon yang kredibel, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kemitraan ini akan membuka jalan bagi pengembangan berbagai proyek karbon berbasis alam yang terintegrasi dengan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebt, Managing Director PT. Agasco Indonesia sebagai perpanjangan tangan Agasco Ltd., Made Hariyantha, menilai kerja sama ini sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk mengambil posisi strategis dalam peta ekonomi hijau global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *